Memaparkan catatan dengan label SHARE. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label SHARE. Papar semua catatan

Jumaat, 25 Julai 2014

Takbir Tahlil dan Tahmid (antara 2 benua)...


Terkesan baca gurindam ini...(dr WhatsApp)

*** *** ***
Selamat Hari Raya wahai Ghazzah!

Di saat Syawal menjelang tiba,

Langsir perlu ditukar,
sedang mereka sudah ketiadaan tingkap.

Baju baru mesti beli, 
sedang baju mereka berlumuran darah.

Kasut baru dua pasang,
sedang mereka hancur kakinya.

Kaum wanita berbaju kurung dan kebarung,
sedang wanita mereka tidur siap bertudung,
agar tertutup aurat ketika jasad ditemui.

Duit raya paling best,
sedang mereka beberapa bulan tidak bergaji.

Takbir raya paling syahdu,
sedang takbir mereka untuk para Syuhada.

Famili ramai berkumpul dalam suasana gembira,
sedang mereka, di mana famili mereka?

Bunga api dan mercun di malam hari,
sedang mereka dihujani bom dan roket
sepanjang hari.

Kita mencium tangan ayah dan ibu,
sedang mereka mengucup dahi ibubapa
yang sudah tidak bernyawa.

Si kecil manja diusik dan dibelai,
sedang si kecil mereka kini sebatang kara

Saling berpelukan bermaafan antara kita,
sedang mereka berpelukan dalam kepiluan

Jiran tetangga dijemput makan,
sedang mereka berjiran dengan runtuhan batu-batan.

Ramai yang menziarahi pusara mereka yang telah pergi,
sedang kubur mereka bertali arus dengan jenazah dari hospital.

Wahai bumi Ghazzah yang dimuliakan!

Wahai butiran-butiran pasir yang diberkati!

Wahai dedaunan Zaitun yang menghiasi Bait Lahiya, Jabaliyah dan Rafah!

Wahai angin yang membawa suara esak tangis dan kepiluan mencengkam kalbu!

Dari renungan tajam penuh makna si anak yatim

dari lelehan darah calon ahli Syurga

dari angin sepoi bahasa yang menyapa khemah-khemah pelarian

dari pengharapan dan penantian yang tidak kunjung tiba …

Di hari raya ini,

suara kemanusiaan telah terbungkam
di sebalik lagu raya, ketupat dan rendang …
simpati dan kasihan bermusim cuma
dihitamkan dengan tayangan Hari Raya Pertama …

alunan takbir, tahlil dan tahmid
berbeza antara dua benua …

Hari Raya kali ini
begitu tidak bermakna sekali rasanya
ketika memikirkan 
Hari raya kita, 
Hari raya mereka!

Ahad, 22 Jun 2014

'Budget Bagus'?


Saat kita lihat orang kurang dan kita bagus,
Itu Takbur namanya,
Saat kita mahu orang lihat kita bagus,
Itu Riya' namanya,
Saat kita suka dengar orang kata kita bagus,
Itu Sum'ah namanya,
Saat kita dijemput orang dan kita suka kerana kita fikir kita bagus,
Itu Hubbu Jah namanya,
Saat kita terkesima melihat orang yang kenal kita kerana dia suka kebagusan kita,
Itu Hubbud Dunya namanya,
Saat kita bimbang orang tiru kebagusan kita,
Itu Bakhil namanya,
Saat kita rasa hairan mengetahui bagusnya kita,
Itu 'Ujub namanya,
Saat kita menolak teguran orang yang mahu memperbaiki kebagusan kita,
Itu Sombong namanya,
Saat kita menafikan teguran orang yang ikhlas,
Itu Ghadab namanya,
Saat kita suka cerita hanya restoran yang bagus kerana kita makan yang bagus-bagus,
Itu Kathrut To'am namanya,
Saat hati kita tiada rasa apa-apa mendengar Tilawah Al-Quran,
Itu tandanya HATI MATI kerana mazmumah bersarang, tidak mahu baiki diri dan hanya pandai dan Banyak Cakap.

Meniti Syaaban Menuju Ramadhan
19 Jun 2014
Kuala Selangor

~Shared

6 Petanda Kebahagiaan Dunia


6 Petanda Kebahagiaan Dunia

Qalbun Syakirun - Hati yang selalu bersyukur

Al-Azwaju Solihah - Pasangan hidup yang soleh

Al-Auladul Abrar - Anak yang soleh

Al-Biatus Solihah - Lingkungan yang kondusif untuk iman

Al-Malul Halal - Harta yang halal

Tafakkuh fid-Din- Semangat untuk memahami agama

by Ibnu Abbas RA.

Sabtu, 7 Jun 2014

alQuran Menjawab

(shared)

"Al Quran MENJAWAP" (Jangan Mengeluh dan Jangan Gelisah)

Kita selalu bertanya dan Al Qur'an sudah menjawabnya:

1. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU DIUJI?

QUR'AN MENJAWAB:

"Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan saja mengatakan,"Kami telah beriman", sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta."

[Surah Al-Ankabut ayat 2-3].

2. KITA BERTANYA: MENGAPA UJIAN SEBERAT INI?
QUR'AN MENJAWAB:

"Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya,"

[Surah Al-Baqarah ayat 286].


3. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?

QUR'AN MENJAWAB:

"Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui."

[Surah Al-Baqarah ayat 216].

4. KITA BERTANYA: MENGAPA AKU MERASA FRUSTRASI?

QUR'AN MENJAWAB:

"Janganlah kamu bersikap lemah. dan janganlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah orang-orang yang paling tinggi derajatnya, jika kamu orang-orang yang beriman."

[Surah Al-Imran ayat 139].


5. KITA BERTANYA: BAGAIMANA AKU HARUS MENGHADAPINYA?

QUR'AN MENJAWAB:

"Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan shalat; dan sesungguhnya shalat itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyu"

[Surah Al-Baqarah ayat 45].


6. KITA BERTANYA: APA YANG AKU DAPAT DARIPADA SEMUA INI?

QUR'AN MENJAWAB:

"Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mu'min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka."

[Surah At-Taubat ayat 111].


7. KITA BERTANYA: KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?

QUR'AN MENJAWAB:

'Cukuplah Allah bagiku,tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal."

[Surah At-Taubat ayat 129].


8. KITA BERKATA: AKU TAK TAHAN!!!!!!

QUR'AN MENJAWAB:

"......dan janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dari rahmat Allah melainkan kaum yang kafir."

[Surah Yusuf ayat 12] .


9. KITA BERTANYA: MENGAPA HATI INI TIDAK TENANG ?

QUR'AN MENJAWAB:

(yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram.

[QS. Ar Ra'd ayat 28].
Maha Benar Allah dengan Segala Firman-Nya.

Doa Untukmu...

Jumaat, 6 Jun 2014

Kisah Benar; Anak..


Ada sebuah kisah nyata, tentang seorang laki-laki yang hidup berkecukupan dan memiliki karir cemerlang. Suatu ketika saat karirnya sedang bagus-bagusnya, ia mendapat kabar bahwa ayahnya tengah sakit keras, sehingga ia memutuskan untuk pulang kampung. Perusahaan tempatnya bekerja hanya memberi izin selama 3 hari untuk pulang mengurus ayahnya yang sakit. Namun setelah 3 hari ia tidak kunjung masuk kantor, bahkan sampai berminggu-minggu. Setelah berminggu-minggu tidak masuk kantor akhirnya ia dipecat, hilanglah karir yang telah dibangunnya dengan susah payah. Perlu diketahui, ia juga sudah memiliki keluarga berupa anak dan istri.

Apa yang ia lakukan di kampung selama berminggu-minggu? Ternyata ia mengurus ayahnya yang terbaring lemah dengan tangannya sendiri. Selama ayahnya dirawat, ia yang menangani segala keperluannya, sampai urusan membersihkan kotoran sang ayah. Ketika perawat rumah sakit mau membersihkan kotoran ayahnya, ia melarang, “Biar saya saja yang membersihkan, kalau saya sedang tidur, tolong bangunkan saya..”

Begitu seterusnya sampai sang ayah meninggal dunia. Ketika ditanya apakah ia merasa sedih dan menyesal diberhentikan dari pekerjaan dan kehilangan karirnya, maka ia menjawab, “Tidak, saya tidak menyesal atau bersedih. Sebaliknya saya justru merasa bahagia bisa mengurus bapak yang sedang sakit dan mengurusi keperluannya sampai beliau meninggal dunia..”

Akhirnya kini laki-laki tersebut mencari nafkah dengan berdagang. Ya, ia rela menukar pekerjaan dan karir beserta gaji tetapnya, dengan penghasilan dari berdagang, yang serba tidak menentu. Hari ini untung besar, mungkin besok malah tidak dapat untung sama sekali.

Subhanallah.. Begitulah kalau seorang anak dididik untuk tidak hubbud-dunya alias cinta dunia. Dia akan lebih mendahulukan berbakti pada orang tua yang besar ganjarannya daripada materi duniawi yang nilainya tidak seberapa.

Membaca cerita diatas saya lantas teringat sebuah pepatah, “Bagaimana engkau memperlakukan anakmu di waktu kecil, begitu juga ia akan memperlakukanmu kelak saat engkau tua”.

Tentunya anak shalih yang paham akan kewajibannya sebagai anak terhadap orang tua adalah hasil didikan orang tuanya. Anak yang shalih, tidak didapat dengan instan, tapi lewat usaha dan perjuangan yang tidak mudah. Meski ada juga yang justru tidak mendapatkan pendidikan dan contoh yang baik dari orang tuanya, melainkan mendapat hidayah melalui orang lain setelah mereka dewasa.

Idealnya, anak-anak adalah produk orang tua. Bila kita besarkan mereka dengan ketulusan dan kasih sayang, maka mereka akan tumbuh menjadi pribadi yang tulus dan penuh kasih sayang. Bila kita besarkan mereka dengan kekerasan dan kekasaran, maka akan begitu juga perlakuan mereka terhadap orang-orang di sekitarnya kelak, termasuk terhadap kita, orang tuanya.

Bila sedari kecil kita tanamkan kepada mereka sikap zuhud, maka mereka akan memandang bahwa dunia ini tidak lebih berharga dari sebelah sayap nyamuk. Sebaliknya, bila kita didik mereka untuk mencintai dunia dan menomorsatukan materi lebih dari apapun di dunia ini, maka jangan heran ketika kelak kita sudah tua renta, lemah dimakan usia, mereka akan lebih mementingkan pekerjaan, anak, istri dan urusan-urusan duniawi lainnya daripada berbuat baik terhadap kita. Orang tua yang dulunya melahirkan, mengurus dan membesarkan mereka tanpa pamrih dan penuh cinta kasih…

Masya Allah.. Sebuah kisah yang penuh hikmah. PR besar bagi para orang tua seperti saya. Memang benar bahwa basis pendidikan terpenting seorang anak adalah di rumahnya, bukan di sekolah atau lingkungan sekitarnya. Role model atau sosok panutan adalah orang tua dan keluarga tercinta, maka jadilah contoh terbaik bagi anak-anak kita. Anak-anak ibarat kanvas putih yang polos, mereka hanya menampilkan apa yang terlukis di atasnya. Kepribadian, karakter dan kefaqihan mereka terhadap ilmu agama ditentukan dari bagaimana mereka tumbuh dan cara mereka dibesarkan.

Sungguh mendidik anak bukan sebuah pekerjaan mudah. Dibutuhkan ilmu, perjuangan, keikhlasan juga kesabaran yang tiada bertepi. Maka patutlah jika ganjarannya adalah pahala yang mengalir tak putus-putusnya, bahkan saat kelak kita telah tiada. Salah satu dari tiga perkara yang tidak akan terputus, yaitu anak shalih yang selalu mendo’akan kedua orang tuanya.

Rabbii hablii minash-shaalihin..

The Person will always...

Yes! It's really really true!

Khamis, 8 Mei 2014

Sahabat Sejati

Photo

RISAU

Photo: Salam rejab... :)

Be Somebody Before U Be Nobody...

Renungan Hari Ini:

Sebatang pokok dapat membuat jutaan batang mancis,Tapi satu batang mancis juga membakar jutaan pokok.

Jadi, satu fikiran negatif dapat membakar semua fikiran positif. Mancis mempunyai kepala, tetapi tidak mempunyai otak, oleh kerana itu setiap kali ada gesekan kecil, sang mancis terus terbakar. Kita mempunyai kepala, dan juga otak, jadi kita tidak perlu terbakar marah hanya kerana gesekan kecil.

Ketika burung hidup, ia makan ulat, Ketika burung mati, ulat makan burung. Waktu terus berputar sepanjang zaman. Kitaran kehidupan terus berlaku. Jangan merendahkan siapapun dalam hidup, bukan kerana siapa mereka, tetapi kerana siapa diri kita.

Kita mungkin berkuasa tapi WAKTU lebih berkuasa daripada kita. Waktu kita sedang berjaya, kita merasa banyak teman di sekeliling kita. Waktu kita sakit, kita baru tahu bahawa sihat itu sangat penting, jauh melebihi HARTA.

Ketika kita tua, kita baru tahu kalau masih banyak yang belum dikerjakan. Dan, setelah di ambang ajal, kita baru tahu begitu banyak waktu yang terbuang sia-sia.

Hidup tidaklah lama, sudah saatnya kita bersama-sama membuat HIDUP LEBIH BERHARGA. Saling menghargai, saling membantu dan memberi, juga saling menyokong.

Jadilah teman perjalanan hidup yg tanpa banyak soal dan syarat. Believe in "Cause and Effect". Apa yang ditabur, itulah yang akan kita tuai..

Be Somebody Before U Be Nobody...

~Shared

Petua Isteri Sentiasa Cantik

Jenazah dan Kisah Benar

Ust Amir Muttaqin ( Bab Jenazah beserta kisah benar yg menarik).

1. Org yg nak mati ni antara tandanya hidung jatuh,hidung kesat dan tdk berminyak.

2. Tapak kaki menjadi flat dan tiada ruang di tgh.



3. Nafaz in dan out menjadi lambat dan tersekat2.

4. Antara rahmat Allah masa nak mati ,tanda nak mati itu, seseorg akan berubah perlakuan menjadi baik. Kbykkannya sebegitu dan amat jarang yg berubah mnjdi kjhatan.

5. Lagi tanda ialah membuatkan kita benci kpd bakal si mati itu. Ada shj yg tdk kena dan membuat kita terasa dan sehingga tahap membenci. Akhirnya pergi dlm keadaan kita membenci dan menyesal. Yg ini kena hati2 ketika jaga ibu ayah kita. Bersabarlah dgn apa sekalipun sikap mereka kerana semua itu sementara. Jgn menyesal ketika mereka pergi, dlm keadaan kita membenci mereka.

6. Manusia ini pada mulanya apa sahaja kita akan mkn. Lihat bayi,semua nak telan. Meningkat remaja sedikit,mula memilih mknn. Menjelang dewasa,dipilih pulak mknn. Yg ini boleh,yg ini tdk boleh. Akhirnya,hilang selera mkn. Antara nikmat awl yg Allah tarik ialah mkn.

7. Mereka yg nazak,akan rasa sgt kehausan. Ambil kapas dan basahkan. Sapu dibibir. Jgn tuang air kerana itu bukan membantu hilangkan kehausan,tapi bantu utk bg mati.

8. Ketika nazak,elakkan dari org luar berada bersama. Kerana kebiasaannya,org yg hampir mati,akan terkencing dan terberak. Utk elakkan fitnah,biarlah ahli keluarga shj yg ada keliling.

9. Ajarlah ucap syahadah. Sejak zaman Nabi hingga kini, org yg paling sempurna syahadah ketika hendak mati ialah Saidina Abu Bakar. Kita ni jgn mimpilah,paling terbaik pun ucap Allah. Ada ulama benarkan jika tdk boleh ucap Allah,cukup sekadar tolong gerakkan kelopak mata dan bibir seperti sedang ucap Allah.

10. Ajar ucap syahadah atau Allah hanya sekali shj. Lepas si nazak sebut,biarkan dia rehat. Jika si nazak tiba2 bercakap hal dunia balik. Ajarkan sekali lg. Kemudian rehatkan sehingga tdk berkata hal dunia lagi dan hembuskan nafas terakhir.

11.. Jenazah yg dah mati hendaklah dibaringkan membelakangkan kiblat(kepala ke kiblat), yg sedang nazak dibaringkan hadap kiblat ( kaki lunjur ke kiblat).

12. Tutupkan mata,ikat rongga seperti mulut. Letakkan pemberat di perut kerana org yg mati perutnya masuk angin dan boleh meletup dlm masa 12jam.

13.. Melayu Islam kita ni paling lemah bab jenazah dan wasiyat. Hampir RM40 billion skrg berada di tgn Amanah Raya Bhd. 50% drpnya tdk terurus kerana masalah keluarga bergolak. Seorg tdk setuju,habis tidak selesai kerana tiadanya wasiat.

14.. Ingatan kpd si mati yg penjawat awam, si waris sila buat pengesahan kematian dgn hospital kerajaan kerana senang utk urusan pencen dan sbgnya. Ada kes,si isteri suri rumah sepenuh masa. Akibat buat pengesahan dgn hosp swasta,terpaksa turun naik pejabat dan mahkamah selama hampir 4 tahun dan akhirnya baru selesai. Tapi selesai dlm keadaan rumah tergadai,kereta tergadai kerana tiada duit hendak bayar.

15.. Ada satu kisah kemalangan. Kereta A dan kereta B. Kereta pemandunya Nepal Kristian dan kereta B melayu Muslim. Kedua2nya mati dan hancur separuh badan. Kedua2 keluarga diminta hadir utk pengecaman. Keluarga melayu Islam hadir dan buat pengecaman. Setelah itu,dikebumikan dulu kerana,keluarga Nepal mmg lama baru akan dtg Msia.Mayat yg dikatakan Nepal td disimpan dahulu dlm bilik mayat. Seminggu selepas itu, smpai keluarga Nepal. Keluarga Nepal buat pengecaman dan mengatakan itu bkn anaknya. Pggil kembali keluarga melayu Islam td dan camkan balik mayat yg dianggapkan mayat Nepal td. Ibunya dtg dan cam smbil menangis dan katakan kpd saya (ustaz). Bukan kah kita sudah kebumikan? Ah sudah, ini kes salah mayat ni. Terpaksalah digali kembali td kubur td setelah dpt pengesahan mahkamah. Kubur itu terletak di KL.Lalu ketika digali,bdk2 dbkl yg terlibat menggali dgn tiba2 lari. Rupanya tanah kubur itu sgt panas. Digali lagi,tanah itu seperti tanah terbakar dan hitam. Akhirnya dibuka liang lahad,mayat hanya tggal bhgian kaki dan berada dlm keadaan tenggelam dgn air dan berbau busuk. Nasib baik keluarga Nepal tdk menjadikan itu kes besar dan setelah pengecaman melalui kaki itu,mayat itu dipindahkan.

16. Ketika jenazah yg baru mati juga,qiamkan tgn seperti solat. Ada 1 kisah psl qiam. Ada seorg imam ,umur muda dlm 30an. Dia meninggal setelah rebah pening ketika sudah khutbah Jumaat. Ketika mandikan jenazah,tgnnya yg didepakan utk kembali qiam dgn sendirinya. Kwn2 sy ada yg lari. Mana tdknya dlm keadaan mcm tu masa mandikan di bilik mayat. Inilah tandanya org yg jaga solat. Tgnnya akan qiam dgn sendirinya. Begitulah mereka yg tdk solat,tgn diikat mcm mne pun utk qiam,akan terbuka juga akhirnya. Oleh itu,utk elak fitnah,ikatlah dgn sebaik2 nya utk tgn diqiamkan. Ingtlah,amalan kita didunia ini lah yg akan menjd penentu kita di alam barzakh nanti.

17. Antara kisah lain,tuan2 mesti dah biasa terbaca kisah tdk lama dulu tentang kubur yg digali semula di Johor. Media mengatakan mayat itu agamawan,tapi sbnrnya mayat itu dermawan. Sy salah seorg panelis utk kes gali kubur itu. Ketika sy smpai sana,hampir separuh sudah digali. Mayat itu tdi,dia seorg dermawan kerana setiap hari,kanak2 yg lalu ke sekolah akan diberinya wang saku. Ketika mlm,diwajibkan mereka hadir ke rumah utk mkn mlm. Sesudah itu diajar mengaji mengikut peringkat. Mayatnya sudah hampir 26 tahun ditanam. Ketika digali,tanah sudah berbau wangi. Tanah menjadi lembut. Kain kafannya bersih dan hanya sedikit kotor akibat tanah. Kain kafannya bersih mcm guna clorox. Dan ini kisah yg ramai org awam tdk tahu,hanya yg ada ketika itu tahu. Ketika sesi pengecaman,dipanggil anak saudara atau cucunya utk pengecaman. Apabila kain dibuka,cucunya mengatakan ini bukan datuk saya. Bayangkan tuan2, cucu tdk cam datuknya. Kami katakan inilah datuk kamu. Tahu kenapa? Wajahnya tdk seperti ketika datuknya meninggal,tapi kelihatan muda 20 tahun dari itu.

18. Akhirnya, belajarlah bab jenazah. Pengakhiran terbaik bg kita ialah pabila bapa meninggal,anak2 dan isteri yg mandikan dan kafankan. Mak meninggal, bapa dan anak2 yg mandikan dan kafankan. Tdk malukah kita, jenazah diusik kemaluannya,dimandikan oleh org yg bukan darah daging kita? Mana maruah kita?Oleh itu, sahutlah seruan saya.
Wallhua'alam.

*Maaf tiada gambar ustaz kerana tdk bawa hp. Nota ini hanya apa yg ana ingat dan tulis semula ketika pulang. Maaf jika kurang baik.

credit to -Bro Zeirie-

Selasa, 21 Januari 2014

Pernahkah Terfikir?

Sesungguhnya Allah sentiasa bersama dgn kita semua. Cuma kitalah yg sering lalai & terlupa!

Itu Adalah Allah
...

Pernahkah saat kau duduk santai dan menikmati harimu, tiba-tiba terpikirkan olehmu ingin berbuat sesuatu kebaikan untuk seseorang?
Itu adalah اللّه yang sedang berbicara denganmu dan mengetuk pintu hatimu (QS 4:114, 2:195, 28:77).

Pernahkah saat kau sedang sedih, kecewa tetapi tidak ada orang di sekitarmu yang dapat kau jadikan tempat curahan hati?
Itulah adalah اللّه yang sedang rindu padamu dan ingin agar kau berbicara pada-NYA (QS 12:86).

Pernahkah tanpa sengaja kau memikirkan seseorang yang sudah lama tidak bertemu, tiba-tiba orang tersebut muncul, atau kau bertemu dengannya, atau kau menerima telefon darinya?
Itu adalah Kuasa اللّه yang sedang menghiburmu.
Tidak ada yang namanya kebetulan (QS 3:190-191).

Pernahkah kau mendapatkan sesuatu yang tidak terduga, yang selama ini kau inginkan tapi rasanya sulit untuk kau dapatkan?
Itu adalah اللّه yang mengetahui dan mendengar suara batinmu serta hasil dari benih kebaikan yang kau taburkan sebelumnya (QS 65:2-3).

Pernahkah kau berada dalam situasi yang buntu, semua terasa begitu sulit, begitu tidak menyenangkan, hambar, kosong bahkan menakutkan?
Itu adalah saat اللّه mengizinkan kau untuk diuji, Dan اللّه ingin mendengar rintihan serta do’amu agar kau menyadari akan keberadaan-NYA….
Karena tahu kau sudah mulai melupakan-NYA dalam kesenangan (QS 47:31, 32:21).

Jika kau peka, akan sering kau sadari bahwa KASIH dan KUASA اللّه selalu ada di saat manusia merasa dirinya tak mampu.
Apakah kau pikir tulisan ini hanya saja saja terkirim padamu?
Tidak!!!
Sekali lagi, tidak!
TIDAK ADA YANG KEBETULAN…
Sekali lagi, TIDAK ADA YANG KEBETULAN…

Beberapa minit ini tenangkanlah dirimu, rasakan kehadiran-NYA…, dengarkan suara-NYA yang berkata: “Jangan khuatir..
AKU di sini bersamamu.”
(QS 2:214, 2:186).

~Shared dari Dr Har

 

'Surat Terakhir Untuk Isteri'

Ini cerita tentang "setia."

Saya membaca "Surat Terakhir" nukilan Bapak BJ Habibie kepada almarhum isterinya, Ibu Ainun. Indah dan realistik.

____________________

"Sebenarnya ini bukan tentang kematianmu. Bukan itu. Kerana aku tahu bahawa semua yang ada, pasti akan menjadi tiada pada akhirnya. Kematian adalah sesuatu yang pasti, dan kali ini adalah giliranmu untuk pergi. Aku sangat tahu itu.

T...
etapi yang membuatkanku tersentak sedemikian hebat, adalah kenyataan bahawa kematian benar-benar dapat memutuskan kebahagiaan dalam diri seseorang (saya tambah: jika ia tidak ditanggapi dengan iman).

Sekejap sahaja, lalu rasanya mampu membuatku menjadi nelangsa setengah mati. Hatiku seperti tidak di tempatnya, dan tubuhku terasa kosong melompong, hilang isi.

Kau tahu sayang, rasanya seperti angin yang tiba-tiba hilang,
berganti kemarau gersang.

Pada air mataku yang jatuh kali ini, aku selitkan salam perpisahan panjang, pada kesetiaan yang telah kau ukir, pada kenangan pahit manis selama kau ada. Aku bukan hendak mengeluh, tetapi rasanya terlalu sebentar kau di sini.

Mereka mengira akulah kekasih terbaik bagimu, tanpa mereka sedari bahawa kaulah yang menjadikan aku seorang kekasih yang baik.

Mana mungkin aku bisa setia, padahal memang kecenderunganku adalah menduakan cinta. Tetapi kau ajarkan aku kesetiaan, sehingga aku setia. Kau ajarkan aku erti cinta, sehingga aku mampu mencintaimu seperti ini.

Selamat jalan.

Kau datang daripada Allah, dan kembali kepada-Nya.
Kau dulu tiada untukku, dan sekarang kembali tiada.

Selamat jalan, cahaya mataku, penyejuk jiwaku.
Selamat jalan, calon bidadari syurgaku.

____________________

Sebak okay!
 
~Shared dr Azizah Aling

Selasa, 7 Januari 2014

Pentingnya Sahabat Mukmin

Diriwayatkan, bahawa :
Apabila penghuni Syurga telah masuk kedalam Syurga, lalu mereka tidak menemukan sahabat2 mereka yang selalu bersama mereka dahulu sewaktu di Dunia.
Mereka pun bertanya tentang sahabat mereka kepada Allah:
"Yaa Rabb..
Kami tidak melihat sahabat-sahabat kami yang sewaktu di Dunia solat bersama kami, puasa bersama kami dan berjuang bersama kami."
Maka A
llah berfirman:
"Pergilah kamu ke Neraka, lalu keluarkanlah sahabat2 mu yang di hatinya ada iman walaupun hanya sebesar zarrah"
(HR : Ibnul Mubarak dalam kitab "Az-Zuhd").
Al-Hasan Al-Basri berkata: "Perbanyaklah sahabat2 mukminmu, kerana mereka memiliki Syafa'at pada hari Kiamat nanti".
Ibnul Jauzi pernah berpesan kepada sahabat2 nya sambil menangis:
"Jika kalian tidak menemukanku nanti di Syurga bersama kalian, maka tolonglah bertanya kepada Allah tentang aku:
"Wahai Rabb Kami..
Hamba-Mu si fulan, sewaktu di dunia selalu mengingatkan kami tentang ENGKAU..
Maka masukkanlah dia bersama kami di Syurga-Mu"
SAHABAT Ku..
Mudah2an dengan ini, aku telah mengingatkanmu Tentang Allah ..
Agar aku dapat besertamu kelak di Syurga & Redha-Nya..
آمِيّنْ. يَا رَبَّ العَالَمِينْ
Ya Allah
Aku Memohon kepada-Mu.. Kurniakanlah kepadaku sahabat2 yang selalu mengajakku untuk tunduk patuh & taat Kepada Syariat-Mu..
Kekalkanlah persahabatan kami hingga kami bertemu di akhirat kelak...
Oleh itu...
Carilah seberapa ramai sahabat yang baik yang menunjukkan jalan2 ke Syurga & jalan2 kebaikan.
WAHAI SAHABATKU
JANGAN LUPA BERTANYA TENTANGKU NANTI...JIKA AKU TIADA DI SYURGA NANTI
 
~SHARED

Kita Bertanya; al-Quran Menjawab..

KITA BERTANYA : KENAPA AKU DIUJI?
QURAN MENJAWAB
“Apakah manusia itu mengira bahawa mereka dibiarkan saja mengatakan; “Kami telah beriman,” (“I am full of faith to Allah”) sedangkan mereka tidak diuji? Dan sesungguhnya Kami telah menguji org2 yg sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui org2 yg benar dan, sesungguhnya Dia mengetahui org2 yg dusta.”
-Sur...
ah Al-Ankabut ayat 2-3

KITA BERTANYA : KENAPA AKU TAK DAPAT APA YG AKU IDAM-IDAMKAN?
QURAN MENJAWAB
“Boleh jadi kamu membenci sesuatu padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi pula kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak mengetahui.”
– Surah Al-Baqarah ayat 216

KITA BERTANYA : KENAPA UJIAN SEBERAT INI?
QURAN MENJAWAB
“Allah tidak membebani seseorang itu melainkan sesuai dengan kesanggupannya.”
– Surah Al-Baqarah ayat 286

KITA BERTANYA : KENAPA RASA FRUST?
QURAN MENJAWAB
“Jgnlah kamu bersikap lemah, dan jgnlah pula kamu bersedih hati, padahal kamulah org2 yg paling tinggi darjatnya, jika kamu org2 yg beriman.”
– Surah Al-Imran ayat 139

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB
“Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu (menghadapi segala kesukaran dalam mengerjakan perkara-perkara yang berkebajikan), dan kuatkanlah kesabaran kamu lebih daripada kesabaran musuh, di medan perjuangan), dan bersedialah (dengan kekuatan pertahanan di daerah-daerah sempadan) serta bertaqwalah (be fearfull of Allah The Almighty) kamu kepada Allah supaya, kamu berjaya (mencapai kemenangan).”
- Surah Ali-Imran ayat 200

KITA BERTANYA : BAGAIMANA HARUS AKU MENGHADAPINYA?
QURAN MENJAWAB
“Dan mintalah pertolongan (kepada Allah) dengan jalan sabar dan mengerjakan sembahyang; dan sesungguhnya sembahyang itu amatlah berat kecuali kepada orang-orang yang khusyuk”
– Surah Al-Baqarah ayat 45

KITA BERTANYA : APA YANG AKU DAPAT DRPD SEMUA INI?
QURAN MENJAWAB
“Sesungguhnya Allah telah membeli dari org2 mu’min, diri, harta mereka dengan memberikan syurga utk mereka…”
– Surah At-Taubah ayat 111

KITA BERTANYA : KEPADA SIAPA AKU BERHARAP?
QURAN MENJAWAB
“Cukuplah Allah bagiku, tidak ada Tuhan selain dari-Nya. Hanya kepada-Nya aku bertawakkal.”
– Surah At-Taubah ayat 129

KITA BERKATA : AKU TAK DAPAT TAHAN!!!
QURAN MENJAWAB
“… ..dan jgnlah kamu berputus asa dr rahmat Allah. Sesungguhnya tiada berputus asa dr rahmat Allah melainkan kaum yg kafir.”
– Surah Yusuf ayat 12
 
~Written by Ust Ahmad Nazri Nawi

Shared

 

Ahad, 5 Januari 2014

Berlebih Gurau, Turun Wibawa

Berhati-hatilah bila bergurau, bila berlebihan pasti akan menjadi masalah. Selain turunnya wibawa juga akan cenderung mudah berbohong dan menyakiti orang lain.

~shared

Isnin, 23 Disember 2013

Truth? Goodness? Usefulness?

The Tripple Filter Test

Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said:
“Keep away from ill-thinking/suspicions because ill-thinking is the greatest falsehood.”
[Sahih Bukhari]

During the Abbasid period one of the scholars in Baghdad was greeted by an acquaintance who said, "Do you know what I just heard about your friend?"
...

Scholar: "Hold on a minute, before telling me anything I'd like you to pass a little test. It's called the Triple Filter Test."

The Man: "Triple Filter Test?"

Scholar: "That's right, before you talk to me about my friend it might be a good idea to take a moment and filter what you're going to say. That's why I call it the triple filter test. The first filter is Truth. Have you made absolutely sure that what you are about to tell me is true?"

The Man: "No, actually I just heard about it and ..."

Scholar: "All right, so you don't really know if it's true or not. Now let's try the second filter, the filter of Goodness. Is what you are about to tell me about my friend something good?"

The Man: "No, on the contrary..."

Scholar: "So, you want to tell me something bad about him, but you're not certain it's true. You may still pass the test though, because there's one filter left: The filter of Usefulness. Is what you want to tell me about my friend going to be useful to me?"

The Man: "No, not really."

Scholar: "Well, if what you want to tell me is neither true nor good nor even useful, why tell it to me at all?"

Allah (subhana wa ta’ala) asks us: "O you who believe! Avoid much suspicion, indeed some suspicions are sins. And spy not, neither backbite one another. Would one of you like to eat the flesh (meat) of his dead brother? You would hate it (so hate backbiting). And fear Allah. Verily, Allah is the One Who accepts repentance, the Most Merciful." [Quran 49:12]

Let's pass our intended speech through the triple filter test before we madly utter our every thought. And lets subject others to the triple filter test too before we hear any number of damaging things from them.
 
~Shared

Aib orang... Aib kita?

KETIKA ORANG SEDANG SAKIT

Pernah sakit ?

ketika kita sakit keras..
pasti yang kita fikirkan adalah bagaimana kesembuhan sakit yang sedang kita derita..
tak terpikirkan di pikiran kita tentang sakit yang diderita orang lain.. akan tetapi sakit kitalah yang selalu kita pikirkan

demikianlah seharusnya..
kita lebih memikirkan kekurangan sendiri.....

dan tak sibuk memikirkan kekurangan orang lain..

imam Asy Syafii bersya'ir:
المرء إن كان عاقلا ورعا أشغله عن عيوب غيره ﻭﺭﻋﻪ
كما العليل السقيم أشغله عن وجع الناس كلهم وجعه
apabila seseorang wara dan berakal..
wara'nya tidak menyibukkan ia dari memikirkan aib orang lain..
sebagaimana orang yang sakit..
sakitnya membuat ia tak memikirkan sakit orang lain.

 ~ Ustadz Badrusalam,

Tinggalkan Otak kat Luar

1. Di dalam sebuah program, Seorg penonton bertanya kpd Sheikh "Aku masuk ke dlm tandas membawa handphone yg didlmnya ada Al-Quran, boleh ke?
Sheikh menjwb, "Boleh tak apa.."
Soalan itu diulangi lg.. "Tetapi Al-Quran ada kat dlm tu..."
Sheikh berkata " Wahai saudara, tak apa.. Al-Qur'an tu ada dlm memory hp.."
Penonton itu masih tak puas ha...
ti dan membalas "Ini Al-Quran ya Sheikh.. Adakah boleh di bawa masuk ke tandas!!!"
Sheikh berkata " Engkau ada menghafal Al-Qur'an tak?
Dia menjwb " Ya, aku byk menghafal ayat2 Al-Quran"
Sheikh berkata "Kalau begitu, Jika kamu nak masuk ke tandas, tinggalkan otak kamu kat luar..."

2. Bertanya seorg pemanggil kpd Sheikh " Aku ingin berkahwin seorg lagi, walaupun isteriku skrg menunaikan sgl tggjwbnya dan tidak ada kekurangan.. Aku ingin mendpt pahala menyelamatkan anak gadis...
Sheikh menjwb "Drpd kamu menyakiti hati isterimu, lebih baik kamu bg duit kamu tu kpd pemuda yg mahu berkahwin, kamu akan dpt dua pahala, pahala menyelamatkan anak gadis dan pemuda...

3. Seorg bertanya Sheikh "Jikalau aku solat di dlm hutan, dan seekor Singa melintas dihdpnku, adakah aku teruskan solat atau berhenti dan lari.."
Sheikh menjwb "Kalau wudhumu masih belum terbatal, teruskanlah solat..."

Lesson to learn..kembali kpd quran dan sunnah..
 
~shared