Ahad, 5 Januari 2014

Dua Nikmat Yang Melekakan

Wahai anakku,
Janganlah emgkau mencari mengantuk, biarlah mengantuk yang mencarimu. Engkau tidak perlu menghabiskan masamu dengan cuba memejamkan matamu sedangkan matamu belum mengantuk. Isilah masa itu dengan sesuatu amalan yang berguna bagimu di akhirat atau duniamu. Janganlah berlalu masa itu dengan sesuatu yang kosong.

Wahai anakku,
Andainya kamu belum betul- betul mengantuk, lalu kamu cuba ...
memejamkan matamu sehingga ada di kalanganmu menghabiskan masa berjam- jam lama semata- mata mencari tidur. Engkau cuba melawan matamu yang tidak mahu tidur, sehingga terkadang ia memudaratkan badanmu. Hilang selera makan, lemah semangat diri, sehingga kurus badanya kerana tidak boleh tidur malam. Alangkah baik kalau ia tidak lawan perasaan tersebut. Sebaliknya isilah masa itu dengan solat sunat, membaca Quran atau zikrullah, membaca buku atau buatlah apa sahaja yang bermanfaat untuk kehidupan akhirat.

Ingatlah pesanan Rasulullah S.A.W Mafhumnya " Dua nikmat yang melekakan manusia, iaitu badan yang sihat dan masa yang lapang". Manusia tidak merasai nikmat badan yang sihat, melainkan bila sakit. Demikian juga masa yang lapang tidak akan dirasai nikmat melainkan bilamana ia sibuk dengan pelbagai tugasan.

Wahai anakku,
Gunalah masa yang ada dengan sesuatu yang bermanfaat bagimu. Jangan ia berlalu tanpa diisi dengan amalan yang sangat berharga bagimu di akhirat nanti.

Senyum selalu.
~Ustaz Tuan Ibrahim Tuan Man 

Jumaat, 3 Januari 2014

Bila Allah Sayang...

Pengalaman paling manis adalah bila doa yang dipohon bertahun-tahun ditunaikan oleh DIA, YANG MAHA PENGAMPUN. Tugasan...impian.. telah tercapai. Alhamdulillah...mudah-mudahan  istiqamah dengan hidayahNYA. 


Biarpun jauh di alam fana..tapi redha Allah akan menemukan hamba-hambaNYA yang ikhlas di syurga..insyaAllah. 

Khamis, 2 Januari 2014

Sibukkan Diri Dengan alQuran

"Allah berfirman; sesiapa yang sibuk membaca alQuran hingga tidak sempat meminta(doa) kepadaku, maka aku akan memberikannya lebih daripada apa yang aku berikan kepada orang yang meminta kepadaKU." (Riwayat alTirmizi)

~Majalah AL-Ustaz

Isnin, 30 Disember 2013

Antara Merungut dengan Bersyukur

Seorang kakak dan adik perempuannya sedang berada di sebuah taman. Si kakak sedang mengunyah ayam goreng berempah bersama nasi dari beras panjang. Manakala si adik sedang makan ikan kering gelama bersama nasi dari beras hancur.

Adik ; Kenapa makanan akak jauh lebih baik dari adik? Kan emak dah suruh akak jaga adik betul-betul? Adik ni amanah akak tau! 

Kakak ; Adik patut bersyukur sebab masih dapat makan nasi dan ikan. Ada orang lain lagilah lebih susah. Takde apa yang dapat dimakan. Kalau adik asyik merungut je, tu tandanya adik resah dan tak bersyukur dengan apa yang adik dapat.

~WAJARKAH?

Sabtu, 28 Disember 2013

Rasa Sahabat

Menelusuri tahun 2013 yang dipenuhi dengan berbagai-bagai rasa. Menempuh bermacam-macam tabiat dan kerenah sahabat. Juga memberi tindak balas yang adakalanya tidak dapat dirungkai dengan kata-kata. Yang nyata, masing-masing suka menelah dan akhirnya merasa pahit atau manis bersahabat.

Sahabat itu cermin diri. 'Wangi' dia, 'wangilah' kita. Alangkah manisnya, andai 'wangi' kita, 'wangilah' dia. Bukankah impak kehidupan bermula dari diri kita sendiri! 

Life is to give.
What we give, we get back.



Jumaat, 27 Disember 2013

Ada kala Kita Tak Perasan, Kita Sombong!

Pagi tadi breakfast di coffee house hotel. Biarpun hotel ini bertaraf tiga bintang, tapi biliknya luas, bersih dan selesa.

Sambil makan, terpandang sebuah keluarga di meja berdekatan. ibu bapa 30an dan sepasang anak-anak. Sambil menikmati sarapan, sambil menonton tv, cerita Life For Pi, yang tergantung di sudut coffee house.

Selesai menghabiskan juadah setengah jam kemudian, saya minum kopi. O! Meja depan dah kosong. Tapi...Tanpa sengaja bergenang mata tua ni melihat makanan berlebihan di atas meja keluarga tadi. Sampainya hati... Di bahagian meja tempat bapanya duduk, hampir epinggan mee goreng dan separuh ketul ayam tidak di makan. Di tengah-tengah meja, 4 keping roti toasted terbiar tidak dimakan. Pada pinggan lain ada ayam yang tidak habis. Beberapa nuget ayam juga bergelimpangan begitu saja.

Beberapa minit kemudian, waiter datang.. mengutip dan memasukkan semua sisa dan makanan berlebihan ke dalam bekas sampah. 

Aduhai!  
Andai kita golongan sederhana, ketika kita mengeluh dengan kos sara hidup yang semakin tinggi, kita tak perasan sebenarnya yang kita turut menyumbang ke arah itu. 
Andai kita golongan mewah...kita patutnya sedih dengan sikap kita yang kadang-kadang berlaku akibat kita leka dengan istidraj.

Allah...Allah...Allah..
Kami hidup di bawah rahmatMU. Jauhkan kami dari sifat lalai dan sombong dengan kurniaanMU yang tak pernah putus.

Khamis, 26 Disember 2013

Melihat Jiwa Yang Ceria di Gambang

Berada di Gambang, taman tema air di Pahang. Awal-awal lagi saya sudah menyerah kalah. Saya tidak akan turut serta bermain air. Seronok melihat suami dan anak-anak basah.Mengheret pelampung ke sana ke mari seperti mana lainnya. 

Biarpun saya sentiasa ingin nampak muda. Tapi jiwa tua tidak upaya disorok. Lalu saat menulis ini, saya menjadi penunggu beg.Sesekali suami dan anak-anak menjenguk. Itulah nikmatnya berkeluarga. Saling memerhati. Saling mengambil dan menjaga hati. 

Tidak ada keluarga yang sempurna. Rasanya keluarga yang berkunjung ke taman tema ini adalah keluarga yang ceria. Mana mungkin keluarga yang sedang bercekau... bercakaran dapat bergelak ketawa di sini. Memikul pelampung yang jauh lebih besar dari sipemikul. Biar menggunung harta...menimbun duit...tapi kalau hati penuh dengan rasa tidak puas, merasa lebih baik dari pasangan, resah gelisah dengan kehidupan sendiri yang sentiasa dibandingkan dengan orang lain...dapat mengecap nikmat tersenyum dari hati.

Memberilah kerana untuk mencapai redha Allah..biarpun tidak diucap di mulut, tapi kesannya lahir di hati. Itulah ketenangan yang tak dapat dijual beli. Bahagia itu bermula dari dalam diri sendiri.
 Oh! Ternampak pasangan atok nenek bersama anak menantu dan cucu-cucu...mengheret pelampung bersama.



Isnin, 23 Disember 2013

Truth? Goodness? Usefulness?

The Tripple Filter Test

Rasul Allah (sal Allahu alaihi wa sallam) said:
“Keep away from ill-thinking/suspicions because ill-thinking is the greatest falsehood.”
[Sahih Bukhari]

During the Abbasid period one of the scholars in Baghdad was greeted by an acquaintance who said, "Do you know what I just heard about your friend?"
...

Scholar: "Hold on a minute, before telling me anything I'd like you to pass a little test. It's called the Triple Filter Test."

The Man: "Triple Filter Test?"

Scholar: "That's right, before you talk to me about my friend it might be a good idea to take a moment and filter what you're going to say. That's why I call it the triple filter test. The first filter is Truth. Have you made absolutely sure that what you are about to tell me is true?"

The Man: "No, actually I just heard about it and ..."

Scholar: "All right, so you don't really know if it's true or not. Now let's try the second filter, the filter of Goodness. Is what you are about to tell me about my friend something good?"

The Man: "No, on the contrary..."

Scholar: "So, you want to tell me something bad about him, but you're not certain it's true. You may still pass the test though, because there's one filter left: The filter of Usefulness. Is what you want to tell me about my friend going to be useful to me?"

The Man: "No, not really."

Scholar: "Well, if what you want to tell me is neither true nor good nor even useful, why tell it to me at all?"

Allah (subhana wa ta’ala) asks us: "O you who believe! Avoid much suspicion, indeed some suspicions are sins. And spy not, neither backbite one another. Would one of you like to eat the flesh (meat) of his dead brother? You would hate it (so hate backbiting). And fear Allah. Verily, Allah is the One Who accepts repentance, the Most Merciful." [Quran 49:12]

Let's pass our intended speech through the triple filter test before we madly utter our every thought. And lets subject others to the triple filter test too before we hear any number of damaging things from them.
 
~Shared

Siapa Yang Lebih Baik Amalnya?

Dalam menghadapi kehidupan di dunia ini, manusia selalu berhadapan dengan dua keadaan silih berganti. Suatu saat merasakan suka, saat lain merasakan duka. Pada saat bahagia, terkadang manusia menjadi lupa. Sebaliknya, saat duka mendera, seringkali manusia berkeluh kesah.

Bagi hamba Allah SWT yang beriman, hidup adalah ujian. Selama hidup, selama itulah kita diuji Allah SWT. ''Yang menciptakan mat
i dan hidup, untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa, Maha Pengampun.'' (QS Al-Mulk [67]: 2).

Minimal ada tujuh ujian hidup yang wajib kita ketahui. Insya Allah, Allah SWT luruskan dari ujian-ujian-Nya, sehingga meraih gelar shobirin dan mujahidin. ''Dan sungguh, Kami benar-benar akan menguji kamu sehingga Kami mengetahui orang-orang yang benar-benar berjihad dan bersabar di antara kamu, dan akan Kami uji perihal kamu.'' (QS Muhammad [47]: 31).

Pertama, ujian berupa perintah Allah, seperti Nabi Ibrahim diperintahkan Allah SWT menyembelih putra tercintanya bernama Ismail. Kedua, ujian larangan Allah SWT, seperti larangan berzina, korupsi, membunuh, merampok, mencuri, sogok-menyogok, dan segala kemaksiatan serta kezaliman.

Ketiga, ujian berupa musibah. ''Dan Kami pasti akan menguji kamu dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan.'' (QS Al-Baqarah [2]: 155). Keempat, ujian nikmat, sebagaimana Allah SWT jelaskan dalam surat Al-Kahfi ayat 7. ''Sesungguhnya Kami telah menjadikan apa yang ada di bumi sebagai perhiasan baginya, untuk Kami uji mereka, siapakah di antaranya yang terbaik perbuatannya.''

Kelima, ujian dari orang zalim buat kita, baik kafirun (orang yang tidak beragama Islam), musyrikun (menyekutukan Allah SWT), munafiqun, jahilun (bodoh), fasiqun (menentang syariat Allah), maupu hasidun (dengki, iri hati). Keenam, ujian keluarga, suami, istri, dan anak. Keluarga yang kita cintai bisa menjadi musuh kita karena kedurhakaanya kepada Allah SWT. Ketujuh, ujian lingkungan, tetangga, pergaulan, tempat dan suasana kerja, termasuk sistem pemerintahan/negara.

Subhanallah, Allah SWT amat sayang kepada kita. Allah SWT tunjukkan cara menjawab ujian itu semua. ''Dan minta pertolonganlah kamu dengan kesabaran dan dengan shalat, dan sesungguhnya shalat sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusuk tunduk jiwanya.'' (QS Al-Baqarah [2]: 48). Semoga kita dijadikan Allah SWT, hamba-Nya yang lulus dari ujian. Amin.

~Ustaz Yusuf Mansyur

 

Aib orang... Aib kita?

KETIKA ORANG SEDANG SAKIT

Pernah sakit ?

ketika kita sakit keras..
pasti yang kita fikirkan adalah bagaimana kesembuhan sakit yang sedang kita derita..
tak terpikirkan di pikiran kita tentang sakit yang diderita orang lain.. akan tetapi sakit kitalah yang selalu kita pikirkan

demikianlah seharusnya..
kita lebih memikirkan kekurangan sendiri.....

dan tak sibuk memikirkan kekurangan orang lain..

imam Asy Syafii bersya'ir:
المرء إن كان عاقلا ورعا أشغله عن عيوب غيره ﻭﺭﻋﻪ
كما العليل السقيم أشغله عن وجع الناس كلهم وجعه
apabila seseorang wara dan berakal..
wara'nya tidak menyibukkan ia dari memikirkan aib orang lain..
sebagaimana orang yang sakit..
sakitnya membuat ia tak memikirkan sakit orang lain.

 ~ Ustadz Badrusalam,